Saham-saham Jepang mengalami penurunan signifikan ke level terendah dalam tiga minggu terakhir, dengan investor bergerak menjauh dari sektor-sektor yang ramai seperti teknologi dan perusahaan-perusahaan besar menjelang serangkaian laporan pendapatan.
Pada hari tersebut, indeks Topix turun 1,2% menjadi 2.827,53 pada penutupan, sementara Nikkei juga turun sebesar 1,2% menjadi 39.599,00. Indeks Topix mencapai level terendah sejak 1 Juli, dengan hampir 80% dari anggota Topix mengalami penurunan. Beberapa perusahaan teknologi seperti Hitachi, Socionext, dan Disco termasuk di antara yang mengalami penurunan terbesar.
Nikkei sendiri telah menghapus sekitar setengah dari kenaikan sebesar 14% dari level terendahnya pada 19 April tahun ini hingga mencapai puncak sepanjang masa pada 11 Juli. Meskipun demikian, Nikkei berhasil bertahan di atas level retracement 50% dari reli tersebut. Namun, indeks ini mengalami penurunan selama empat sesi perdagangan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Oktober, sementara Indeks Volatilitas Nikkei juga melonjak ke level tertinggi sejak awal Mei.
Faktor-faktor seperti ketidakpastian seputar laporan pendapatan perusahaan, kekhawatiran atas penurunan sektor teknologi, dan koreksi teknis setelah reli yang kuat sebelumnya mungkin berkontribusi terhadap penurunan ini. Sentimen pasar global dan faktor-faktor domestik lainnya juga bisa berdampak pada pergerakan saham-saham di Jepang dalam jangka pendek.
