Harga emas naik tipis pada hari Senin, didorong oleh beberapa faktor utama:
Pelemahan Dolar: Dolar melemah sebagai respons terhadap keputusan Presiden AS Joe Biden untuk mengakhiri kampanye pemilihan kembali, yang membuka jalan bagi calon lain dalam Partai Demokrat untuk menantang Donald Trump. Dolar yang lebih lemah membuat harga emas, yang dihargai dalam dolar AS, lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
Ekspektasi Penurunan Suku Bunga AS: Ada ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melakukan penurunan suku bunga. Pemangkasan suku bunga cenderung menurunkan suku bunga domestik dan membuat investasi dalam mata uang dolar AS kurang menarik, sehingga beberapa investor beralih ke emas sebagai lindung nilai.
Ketidakpastian Politik di AS: Ketidakpastian politik di Amerika Serikat juga mendukung harga emas. Hal ini membuat investor mencari aset yang lebih aman, seperti emas.
Kyle Rodda, seorang analis pasar keuangan di Capital.com, menyatakan bahwa dengan kondisi saat ini, harga emas memiliki potensi untuk mencapai rekor tertingginya sebelum akhir tahun 2024.
Selain itu, harga logam lainnya juga mengalami kenaikan tipis: perak naik 0,5% menjadi $29,12 per ounce, platinum menguat 0,1% menjadi $963,60 per ounce, dan paladium naik 0,5% menjadi $910,19 per ounce.
