harga emas sedang mengalami kenaikan menjelang rilis data ekonomi utama dari Amerika Serikat pada akhir pekan. Kenaikan ini didorong oleh spekulasi bahwa data tersebut dapat memperkuat kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini. Emas diperdagangkan mendekati $2,410 per ounce setelah naik 0,5% pada hari sebelumnya. Investor menantikan laporan pengeluaran konsumsi pribadi yang dijadikan ukuran inflasi pilihan oleh The Fed, yang diperkirakan akan menunjukkan tekanan harga yang mulai mereda.
Reaksi pasar terhadap imbal hasil obligasi Treasury dua tahun yang turun juga membantu mendukung harga emas, dengan investor melakukan lelang obligasi senilai $69 miliar. Permintaan yang kuat ini mengindikasikan keyakinan pasar bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneter, yang biasanya menguntungkan untuk emas sebagai aset tanpa bunga.
Emas juga didukung oleh permintaan safe haven dalam beberapa minggu terakhir akibat gejolak politik seputar pemilihan umum di AS. Meskipun ada penurunan harga setelah pengumuman Presiden Joe Biden, volatilitas pasar tetap tinggi.
Pada saat itu, harga emas spot stabil di sekitar $2,410.19 per ounce di Singapura, sedangkan indeks Bloomberg Dollar Spot mengalami perubahan yang tidak signifikan. Harga perak cenderung datar, sementara platinum dan paladium mengalami penurunan.
