Emas spot naik 0,2% ke US$4.548,14 per ons pada 1:41 p.m. waktu AS, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup turun 0,1% di US$4.558.
Indeks dolar melemah sekitar 0,3% terhadap mata uang utama. Analis menilai pelemahan dolar menjadi faktor penopang jangka pendek, tetapi ruang kenaikan emas tetap dibatasi oleh kenaikan yield yang meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.
Pasar obligasi global melanjutkan penurunan, didorong kekhawatiran inflasi yang dipicu kenaikan harga energi terkait perang Iran. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak Februari 2025, memperkuat tekanan pada emas di tengah narasi “suku bunga tinggi lebih lama”.
pelemahan dolar AS yang membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli non-USD. Namun penguatan tertahan karena imbal hasil obligasi yang naik dan harga minyak yang tetap tinggi menjaga kekhawatiran inflasi serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Sejumlah bank mulai menurunkan proyeksi harga emas jangka dekat karena permintaan investor melemah. J.P. Morgan memangkas perkiraan rata-rata harga emas 2026 menjadi US$5.243 per ons dari US$5.708.
Sumber : Newsmaker.id