Harga emas dunia kini berada di level fenomenal di atas US$ 5.300 per ons

Harga emas dunia kini berada di level fenomenal di atas US$ 5.300 per ons, sempat mencapai US$ 5.325/oz pada perdagangan 29 Januari 2026 setelah keputusan The Fed mempertahankan suku bunga. Lonjakan ini mengukir rekor baru dan mencerminkan permintaan yang kuat terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian pasar global.

Beberapa laporan global bahkan menyebut emas menembus kisaran US$ 5.000–5.100/oz, didorong oleh sentimen investor bahwa risiko ekonomi dan geopolitik masih tinggi. Permintaan emas juga meningkat di berbagai segmen, dari bank sentral hingga investor institusional dan ritel.

Apa yang Membuat Harga Emass Begitu Tinggi? Ekspektasi Kebijakan Fed yang Lebih “Dovish”

Investor semakin memperkirakan bahwa The Fed akan lebih lunak (dovish) dalam arah kebijakannya — dengan tetap mempertahankan suku bunga tinggi untuk sementara, tapi mengisyaratkan potensi rate cuts di masa depan — sehingga mengurangi imbal hasil dari aset berbunga tinggi. Ini membuat emas, sebagai aset tanpa yield, lebih menarik sebagai hedging terhadap volatilitas pasar.

Hal ini diperkuat oleh ekspektasi pasar bahwa The Fed bisa menurunkan suku bunga di paruh kedua 2026 jika data ekonomi melandai, sehingga memperkuat daya tarik logam mulia.
Geopolitik & Ketidakpastian Global Berbagai faktor makro — termasuk ketegangan perdagangan AS dan kebijakan luar negeri AS — mendorong likuiditas dan aliran modal ke emas. Sentimen semacam ini biasanya memperkuat permintaan aset safe-haven.

Pembelian Bank Sentral & Aliran ETF

Bank sentral di sejumlah negara secara aktif menambah cadangan emas untuk diversifikasi cadangan luar negerinya, dan dana ETF emas juga mencatat masuknya modal besar. Tren struktural seperti ini meningkatkan permintaan di luar pembelian tradisional.
Reaksi Investor & Pergerakan Pasar

Investor kini memantau kebijakan The Fed dengan lebih intens karena setiap isyarat mengenai suku bunga — termasuk komentar pejabat Fed seperti Ketua Jerome Powell — dapat memicu volatilitas emas. Pasar juga makin sensitif terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi AS, dan stabilitas dolar AS karena semua ini memengaruhi daya tarik emas.

Dengan harga emas yang terus naik kuat, sebagian analis juga memperkirakan target harga yang lebih tinggi lagi — ada bank besar yang menilai emas bisa menyentuh US$ 5.700–6.000/oz jika tren saat ini berlanjut, terutama bila rate cuts benar-benar terjadi dan risiko global tetap tinggi.

Intinya Harga emas mencapai rekor di atas ~US$ 5.300 per ons, mencerminkan permintaan kuat dari investor global.

Sentimen pasar terhadap kebijakan The Fed menjadi fokus utama — terutama potensi pelonggaran di masa depan, yang membuat emas semakin menarik sebagai investasi.

Faktor geopolitik dan bank sentral juga memegang peran penting dalam mendorong harga emas.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.