Dolar AS Melemah
Dolar AS turun tajam terhadap mayoritas mata uang utama, termasuk yen Jepang, karena kekhawatiran pasar terhadap intervensi mata uang bersama oleh AS dan Jepang yang bisa menopang yen.
Sentimen terhadap kebijakan moneter AS yang tidak konsisten dan risiko geopolitik turut menekan Dolar.
Yen Jepang Menguat
Yen memperpanjang penguatannya karena tekanan pasar dan kemungkinan intervensi kebijakan dari pemerintah Jepang, sehingga membuat USD/JPY turun.
Untuk konteks yang lebih luas, analis memperhatikan keputusan Bank of Japan dan ekspektasi suku bunga yang berubah sebagai faktor yang memengaruhi volatilitas yen.
Emas “Meledak” Menuju Level USD5.000
Harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di atas USD4.900 per ounce dan sempat mendekati atau menembus tanda psikologis USD5.000/oz karena kombinasi dolar yang melemah, gejolak geopolitik, dan permintaan safe haven.
Dorongan itu diperkuat oleh investor yang mengalihkan dana dari aset AS karena risiko kebijakan dan geopolitik.
Catatan lain mengatakan emas mencapai level tinggi hampir atau di sekitar USD4.990 sebelum sedikit koreksi.
Faktor-faktor Penopang Pergerakan Ini
Pelemahan dolar & penguatan aset safe haven, termasuk emas dan yen, umumnya dipicu oleh:
Kekhawatiran terhadap kebijakan moneter AS yang tidak pasti dan ekspektasi pelonggaran suku bunga (yang melemahkan dolar).
Ketidakpastian geopolitik global yang meningkatkan permintaan investor akan aset aman seperti emas.
Potensi pasar mengantisipasi keputusan bank sentral (The Fed dan BoJ).
Dolar AS melemah secara signifikan,
Yen Jepang menguat di tengah potensi intervensi dan dinamika moneter,
Emas melonjak ke level tertinggi sejarah, hampir atau melewati USD5.000 per ounce sebagai respons terhadap pelemahan dolar dan meningkatnya permintaan aset aman.
Sumber : newsmaker.id