Emas anjlok di bawah $4.100 karena retorika hawkish The Fed

harga emas (lihat acuan Gold, XAU/USD) anjlok ke bawah US$4.100 per troy ons setelah ‎Federal Reserve (The Fed) menyampaikan retorika yang lebih hawkish, sehingga memangkas peluang pemotongan suku bunga pada pertemuan Desember.

Rincian dan sebab‐sebab utama, Dalam sesi Jumat (14 November 2025), spot gold sempat menyentuh US$4.032/ons sebelum sedikit rebound.

Penurunan sekitar ~2% dari level sebelumnya, karena harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed di Desember berkurang secara tajam.

Alat pantau ekspektasi pasar menunjukkan, peluang pemangkasan Desember turun menjadi sekitar 50% dari sebelumnya ~70%.

Retorika hawkish muncul karena beberapa pejabat Fed menyatakan inflasi di AS masih “terlalu panas” dan kebijakan moneter mungkin belum siap untuk dilonggarkan.

Karena emas merupakan aset yang tak memberikan imbal hasil dan sensitif terhadap suku bunga tinggi serta Dolar AS yang kuat, maka kenaikan yield dan penguatan USD turut menekan harga emas.

Implikasi untuk investor dan pasar, Bagi pemegang emas sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi atau suku bunga rendah, perubahan prospek ini berarti tekanan ke harga jangka pendek.

Kondisi suku bunga yang tetap tinggi atau belum diturunkan membuat biaya peluang (opportunity cost) memegang emas semakin tinggi — karena jika suku bunga naik atau tetap tinggi, aset penghasil bunga/trading bisa jadi lebih menarik dibanding emas.

Perlu pengamatan tambahan terhadap data inflasi AS, pernyataan pejabat Fed selanjutnya (so-called “Fedspeak”), pergerakan yield obligasi AS, dan kekuatan Dolar AS. Karena jika data menunjukkan pelemahan ekonomi atau inflasi turun tajam, harapan pemangkasan suku bunga bisa kembali naik → mendukung emas.

Namun secara teknikal, jika emas terus di bawah US$4.100 dan support di kisaran US$4.050-4.000 rusak, maka potensi penurunan lebih lanjut muncul.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.