ada dua faktor utama yang mendorongnya. Penguatan dolar AS: indeks dolar (DXY) naik, sehingga emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Menurunnya ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve — pasar memperkirakan kemungkinan pemotongan suku bunga akan lebih kecil, yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset “non-yielding” (tidak memberikan bunga).
Beberapa detail tambahan. Spot emas turun sekitar 1,5 % ke ~US$4.019/oz.
Probabilitas pemotongan suku bunga 25 basis poin di Desember tercatat hanya ~41 %, turun dari >60 sebelumnya.
Karena ekspektasi suku bunga yang tetap atau lebih tinggi, emas menjadi kurang menarik dibanding instrumen yang memberi yield.
Sumber : newsmaker.id