Harga emas mengalami sedikit pelemahan, terutama setelah komentar dari pembuat kebijakan senior AS yang menunjukkan bahwa pelonggaran moneter mungkin tidak akan secepat yang diperkirakan sebelumnya. Penurunan permintaan terhadap aset safe-haven seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah juga turut berkontribusi.
Saat ini, harga emas batangan berada di sekitar $2,650 per ounce, tetap mendekati level tertinggi sepanjang masa yang tercatat bulan lalu. Ketua Federal Reserve Christopher Waller mengindikasikan bahwa kebijakan penurunan suku bunga mungkin akan dilaksanakan dengan lebih hati-hati, yang berarti suku bunga lebih rendah, meskipun umumnya lebih menguntungkan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Investor kini lebih fokus pada perkembangan geopolitik, terutama setelah laporan yang menyebutkan bahwa Israel tidak berencana menyerang fasilitas minyak atau nuklir Iran. Ini bisa mengurangi permintaan untuk emas sebagai aset safe-haven.
Meskipun harga emas mengalami fluktuasi, secara keseluruhan, emas masih mencatat kenaikan lebih dari 25% tahun ini, didorong oleh harapan akan penurunan suku bunga dan dukungan dari pembelian bank sentral. Sementara itu, harga di pasar spot berada di $2,649.52 per ons, dengan pergerakan nilai tukar dolar yang datar. Perak dan platinum stabil, sedangkan paladium mengalami penurunan.
