Emas terus mengalami penurunan harga selama lima hari berturut-turut, seiring dengan berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga yang agresif. Ketidakpastian dalam kebijakan moneter, terutama dari bank sentral, sering kali mempengaruhi daya tarik emas sebagai aset aman. Ketika pasar mulai meragukan seberapa cepat suku bunga akan diturunkan, investor cenderung beralih ke instrumen lain, menyebabkan harga emas turun.
Selain itu, faktor-faktor seperti inflasi, nilai tukar dolar, dan ketegangan geopolitik juga dapat berpengaruh terhadap permintaan emas. Dalam situasi ini, banyak investor yang memilih untuk bersikap hati-hati dan menunggu sinyal lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga sebelum membuat keputusan investasi lebih lanjut.
Emas menunjukkan stabilitas setelah mengalami lima hari penurunan, berkat komentar dari pengambil kebijakan Federal Reserve yang menandakan bahwa penurunan suku bunga di AS tidak akan secepat yang diperkirakan sebelumnya. Saat ini, emas batangan diperdagangkan sekitar $2,620 per ounce, setelah penutupan turun 0,8% pada hari Selasa.
Pasar swap kini memperkirakan penurunan suku bunga sekitar 50 basis poin untuk tahun ini, yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi 75 basis poin dua minggu lalu. Beberapa pejabat Fed, termasuk Presiden Fed Bank of Boston, Susan Collins, menekankan perlunya pelonggaran moneter yang hati-hati dan berbasis data. Sementara itu, Raphael Bostic dari Atlanta mencatat bahwa meskipun risiko inflasi berkurang, ancaman terhadap pasar tenaga kerja meningkat.
Para pedagang kini menantikan risalah pertemuan terbaru Fed dan data inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang arah suku bunga. Meskipun emas telah mengalami lonjakan lebih dari 25% tahun ini, dengan pencapaian rekor tertinggi, ketegangan geopolitik di Timur Tengah tampaknya mereda, yang mungkin mengurangi permintaan untuk aset safe haven.
Pada saat yang sama, penguatan dolar juga memberikan tekanan pada harga emas. Harga emas di pasar spot stabil di sekitar $2,622.73 per ons, mendekati rekor tertinggi bulan September di $2,685.58. Indeks Bloomberg Dollar Spot datar setelah tujuh hari mengalami kenaikan, sementara logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium juga mencatatkan kenaikan tipis.
