harga emas terus mengalami penurunan karena pidato yang “hawkish” dari Federal Reserve (Fed), yang mempengaruhi harapan penurunan suku bunga. Pidato “hawkish” dari Fed dapat diartikan sebagai pandangan yang menunjukkan kecenderungan untuk menaikkan suku bunga atau memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi. Hal ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi karena emas tidak memberikan bunga atau dividen.
Penurunan harga emas dalam konteks ini dapat disebabkan oleh harapan pasar bahwa suku bunga akan naik, membuat investasi alternatif yang memberikan bunga lebih menarik daripada emas. Ini dapat mengurangi permintaan akan emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi, yang umumnya mendukung harga emas.
Emas menahan penurunannya setelah mendapat tekanan dari komentar hawkish terbaru dari pengambil kebijakan Federal Reserve yang telah memukul harapan investor untuk segera beralih ke pelonggaran moneter.
Emas batangan ditutup melemah 0,6% pada hari Selasa menyusul penilaian pesimistis dari Gubernur Fed Michelle Bowman, yang mengatakan ia melihat sejumlah risiko positif terhadap prospek inflasi, dan menegaskan kembali perlunya menjaga biaya pinjaman tetap tinggi untuk beberapa waktu. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya berdampak negatif bagi emas karena tidak membayar bunga.
Perhatian beralih ke angka-angka ekonomi yang akan dirilis pada akhir minggu ini, termasuk ukuran biaya konsumen yang disukai oleh The Fed, yang seharusnya memberikan petunjuk mengenai potensi penurunan suku bunga di masa depan.
Pasar swap masih melihat peluang 60% bagi bank sentral untuk melakukan pelonggaran moneter pada bulan September.
Emas spot, yang telah turun 5% sejak mencapai rekor tertinggi bulan lalu, sedikit berubah pada $2,320.30 per ounce pada pukul 9:23 pagi di Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik tipis untuk hari kedua. Perak dan paladium stabil, sementara platinum menguat.
