The Fed memang menurunkan suku bunga acuan 25 bps ke 3,50-3,75%, yang biasanya memberi dorongan untuk emas dan aset non-imbal hasil lain.
Dengan suku bunga turun dan peluang pelonggaran lebih lanjut terbuka, daya tarik menyimpan emas meningkat karena biaya peluang memegang emas menurun.
Dari sisi teknikal, banyak analis menyebut struktur pasar emas masih “bullish” — jika harga mampu bertahan di atas level kunci (sekitar US$ 4.200 per troy ons), target jangka pendek bisa naik ke sekitar US$ 4.256.
Selain itu, permintaan global termasuk dari bank sentral dan investor institusional tetap ada — yang memberikan fundamental kuat untuk emas.
ada sejumlah risiko & sinyal bahwa ini bisa “penas jeda”
Meskipun suku bunga dipangkas, nada komentar The Fed dianggap cukup hati-hati — artinya pasar tetap waspada terhadap kemungkinan pelonggaran lanjutan yang tidak seagresif sebelumnya.
Sejak sebelum keputusan sudah ada kecenderungan investor “menunggu dulu” — perdagangan emas relatif stagnan / sideways karena banyak pihak enggan ambil posisi besar sambil memantau kebijakan ke depan.
Jika data ekonomi AS kembali menunjukkan kekuatan (seperti pasar tenaga kerja atau inflasi) maka suku bunga bisa kembali dinaikkan — dan itu berpotensi menekan emas karena obligasi/imbal hasil kembali menarik.
Ada juga faktor “take profit” atau rotasi aset — setelah reli panjang, sebagian investor bisa mengambil untung dulu (profit-taking), sehingga emas bisa terkoreksi meskipun fundamental masih mendukung.
dalam skenario optimis, emas tetap punya potensi bullish signifikan: suku bunga rendah, permintaan institusional tetap, dan dukungan teknikal membuat emas bisa lanjut menguat, terutama jika The Fed memberi sinyal pelonggaran lebih lanjut di 2026.
Tapi — tidak mustahil emas hanya “istirahat” dulu (konsolidasi), atau bahkan terkoreksi dulu, jika ada pergeseran dalam data ekonomi maupun sikap moneter AS.
Dengan kata lain emas bullish secara jangka menengah–panjang, tapi dalam jangka pendek bisa tergantung sentimen — bisa melanjutkan, bisa pula sideways atau koreksi.
Sumber :newsmaker.id