Kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor utama yang menjadikannya aset safe haven, termasuk spekulasi penurunan suku bunga oleh The Fed dan kekhawatiran perdagangan.
Faktor pendorong kenaikan harga emas. Spekulasi penurunan suku bunga The Fed: Para investor mengantisipasi Federal Reserve (bank sentral AS) akan memotong suku bunga. Penurunan suku bunga cenderung melemahkan dolar AS dan meningkatkan daya tarik emas, karena emas tidak menawarkan imbal hasil berupa bunga. Hal ini membuat emas menjadi investasi yang lebih menarik dibandingkan aset lain yang memberikan imbal hasil lebih rendah.
Kekhawatiran perdagangan global: Ketegangan perdagangan yang memanas antara AS dan Tiongkok memicu ketidakpastian di pasar global. Ancaman tarif baru dari Presiden AS dan respons dari Tiongkok mendorong investor untuk mencari aset yang lebih aman, seperti emas.
Ketidakpastian ekonomi dan politik: Selain isu perdagangan, kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi yang melambat dan ketidakstabilan politik (seperti penutupan pemerintahan AS) juga mendorong permintaan terhadap emas.
Dampak dari rekor harga emas Peningkatan daya tarik emas: Kenaikan harga emas yang terus-menerus menunjukkan bahwa emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi kekayaan mereka dari gejolak ekonomi dan ketidakstabilan pasar.
Peningkatan investasi dan permintaan: Lonjakan harga mendorong investor ritel dan institusi untuk lebih banyak berinvestasi pada emas, yang pada gilirannya mendorong harga naik lebih tinggi.
Perkiraan harga masa depan: Beberapa analis bahkan memperkirakan harga emas bisa terus naik. Bank of America, misalnya, menaikkan perkiraan harga emas untuk tahun 2026 menjadi $5.000 per ounce.
Sumber : newsmaker.id