Emas spot naik sekitar 1,9 % ke US$ 3.829,63 per troy ounce, dan emas berjangka menguat 1,2 % menjadi US$ 3.855,20.

Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor kunci. Indeks dolar (DXY) turun dan investor melihatnya sebagai kesempatan untuk membeli emas.

Kekhawatiran akan “shutdown” atau penutupan sebagian pemerintahan federal AS turut mendorong permintaan aset aman, termasuk emas.

Ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) bisa memangkas suku bunga juga mendukung reli emas, karena biaya memegang aset non-berimbal hasil seperti emas menjadi lebih ringan.

Namun, dalam beberapa sesi ada koreksi: saat dolar menguat kembali, harga emas sedikit tertahan.

Faktor-Faktor Pendorong & Risiko Karena emas dihargai dalam dolar, melemahnya USD membuat emas relatif “lebih murah” bagi pembeli valuta asing lain.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed

Jika Fed menurunkan suku bunga, imbal hasil surat utang AS turun, dan daya tarik relatif emas meningkat.

Ketidakpastian fiskal / risiko penutupan pemerintah (shutdown)

Penundaan pengesahan anggaran atau kegagalan pendanaan pemerintah AS memicu kekhawatiran pasar akan terganggunya layanan publik dan laporan ekonomi. Ketidakpastian ini mendorong aliran modal ke aset safe haven seperti emas.

Sentimen global & geopolitik

Isu-isu global yang menambah ketidakpastian

Harga emas melonjak ke rekor di atas $3.800 per ons seiring lonjakan minat pada logam mulia, didorong oleh melemahnya dolar AS serta meningkatnya risiko penutupan pemerintah di Washington.

Harga emas batangan naik hingga 2% ke level tertinggi sepanjang masa di $3.833,59 per ons, melampaui puncak sebelumnya yang dicapai Selasa lalu, setelah membukukan enam minggu kenaikan beruntun. Perak naik 2,4%, sementara platinum dan paladium juga menguat tajam, ditopang oleh ketatnya pasokan serta arus masuk ke ETF berbasis logam mulia.

Dolar melemah menjelang pertemuan antara pemimpin Kongres AS dan Presiden Donald Trump pada Senin malam, sehari sebelum dana federal diperkirakan habis tanpa adanya kesepakatan anggaran jangka pendek. Potensi shutdown mengancam rilis data ekonomi penting, termasuk laporan penggajian September yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lemah. Pelemahan dolar membuat emas relatif lebih murah bagi pembeli global.

Data ketenagakerjaan yang lesu dapat memperkuat argumen pelonggaran suku bunga lebih lanjut oleh The Fed pada pertemuan Oktober, skenario yang biasanya mendukung harga logam mulia non-bunga. Namun, prospek kebijakan moneter masih diliputi ketidakpastian, mengingat pandangan pejabat Fed yang terpecah dan beberapa indikator ekonomi AS yang masih menunjukkan ketahanan.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.