faktor-faktor yang sering dikemukakan sebagai penyebab reli emas “terhenti” atau menghadapi koridor resistensi
Kenaikan suku bunga / ekspektasi moneter lebih ketat Suku bunga yang tinggi atau ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan tingkat hawkish dapat menekan permintaan emas karena biaya kesempatan (“opportunity cost”) lebih tinggi dibanding memegang aset berimbal hasil.
Tanda kelelahan pasar / ambang resistensi psikologis Setelah reli panjang, aset berpotensi menghadapi resistance teknikal (garis atas, overbought) yang memperlambat laju kenaikan.
Sentimen “take profit” Investor mengambil keuntungan di puncak atau menahan posisi karena takut pembalikan harga jangka pendek.
Ketidakpastian data ekonomi Pelaku pasar menunggu data tenaga kerja, inflasi, dan komentar dari pejabat The Fed sebagai sinyal arah kebijakan selanjutnya — sehingga mereka berhati-hati membuka posisi baru.
Faktor pasokan & produksi Misalnya, gangguan produksi tambang atau hambatan pasokan dapat mengubah ekspektasi fundamental.
Apakah ini berarti tren naik selesai?
Tidak selalu. Reli yang “berhenti” atau melambat bisa berarti konsolidasi atau koreksi sementara — bukan pembalikan tren besar. Beberapa hal yang tetap mendukung potensi kenaikan emas:
Permintaan dari bank sentral (diversifikasi cadangan) masih menjadi salah satu daya dorong utama. Reuters
Ketidakpastian geopolitik & makroekonomi mendukung emas sebagai aset safe-haven. Reuters+1
Jika The Fed mulai melonggarkan kebijakan suku bunga (cut), hal itu bisa memberi “napas baru” untuk emas.
Jadi reli berhenti bisa hanya fase “istirahat” sebelum kelanjutan kenaikan, tergantung sinyal kebijakan dan data ekonomi ke depan.
Harga emas bertahan mendekati rekor tertinggi meskipun mengalami sedikit pelemahan, seiring pasar mencerna data ekonomi AS yang kuat serta pernyataan beragam dari pejabat The Fed. Harga emas spot sempat bergerak di kisaran $3.743 per ons, kurang dari $50 dari rekor yang tercapai pada Selasa (25 September).
Tekanan muncul setelah data menunjukkan penjualan rumah baru di AS melonjak ke level tercepat sejak awal 2022. Data ini meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi dan sempat memperkuat dolar AS. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri, sehingga menghambat laju reli logam mulia tersebut.
Sumber : newsmaker.id