Harga emas memangkas kenaikan pada perdagangan setelah data menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS turun lebih besar dari perkiraan

Investor kini mengalihkan fokus ke laporan inflasi utama—Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti—yang akan dirilis pada Jumat. Angka ini merupakan ukuran inflasi favorit The Fed, dan hasilnya diperkirakan sangat memengaruhi pandangan pasar terkait arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

Harga emas spot terakhir diperdagangkan mendekati $3.63 ribu/oz, sempat terkoreksi tipis setelah naik di awal sesi. Indeks dolar AS menguat tipis pasca rilis data pengangguran, memberi tekanan tambahan pada emas. Imbal hasil obligasi AS juga naik, meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia.

Jika inflasi PCE besok lebih rendah dari ekspektasi, emas berpotensi kembali menguat karena mendukung peluang pelonggaran moneter lebih cepat. Sebaliknya, angka inflasi yang masih panas bisa menekan harga emas lebih jauh. sinyal bahwa pasar tenaga kerja masih relatif solid. Kondisi ini mengurangi spekulasi pemangkasan suku bunga agresif oleh The Fed. Emas spot naik tipis 0,1% ke $3.739,42/oz pada 13:41 EDT (1741 GMT), setelah sempat menguat hingga 0,6% di awal perdagangan.Harga emas masih berada dekat rekor tertinggi $3.790,82/oz yang dicapai pada Selasa.

Pergerakan terbatas karena investor menunggu rilis indeks harga PCE inti pada Jumat, ukuran inflasi favorit The Fed, yang diperkirakan akan memberi sinyal arah kebijakan moneter ke depan.

Kenaikan emas saat ini ditopang oleh ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut pada akhir 2025, namun setiap data ekonomi yang lebih kuat—seperti klaim pengangguran hari ini—berpotensi menahan reli logam mulia.

Jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran baru turun minggu lalu, tetapi pasar tenaga kerja telah kehilangan daya tariknya di tengah lesunya laju perekrutan. Sementara itu, ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya pada kuartal kedua. Klaim pengangguran mencapai 218.000, dibandingkan ekspektasi 235.000, sebuah angka yang sedikit hawkish yang mungkin meredam beberapa ekspektasi pelonggaran suku bunga, tetapi itu tidak cukup untuk mengubah tren keseluruhan kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

“Risiko jangka pendek terbesar bagi emas adalah pembacaan PCE yang lebih tinggi dari perkiraan. Jika inflasi secara mengejutkan meningkat, hal itu dapat mendorong dolar dan membebani emas untuk sementara waktu.” Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang akan dirilis Jumat memang menjadi sorotan utama pasar. Konsensus Reuters memperkirakan +0,3% m/m dan +2,7% y/y untuk Agustus. Angka ini akan menjadi penentu penting apakah Federal Reserve akan lebih cepat atau lebih hati-hati dalam melanjutkan siklus pelonggaran. Probabilitas penurunan suku bunga Fed Oktober: 85% (turun dari 90% setelah klaim pengangguran mengejutkan lebih rendah).

Mary Daly (San Francisco) → mendukung penuh pemangkasan 25 bps pekan lalu, terbuka untuk pelonggaran lebih lanjut. Jerome Powell (Ketua) → lebih hati-hati, menekankan pendekatan “data-dependent”. Jika PCE lebih rendah dari ekspektasi → mendukung ekspektasi pemangkasan lanjutan, dolar bisa melemah, emas berpotensi kembali uji rekor $3.790–3.800/oz.Jika PCE sesuai perkiraan → emas cenderung bertahan di kisaran konsolidasi $3.700–3.750/oz.

Jika PCE lebih tinggi dari ekspektasi → dapat menekan ekspektasi pemangkasan Fed, dolar menguat, emas bisa terkoreksi ke bawah $3.700/oz dengan support psikologis di $3.650/oz.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.