Harga emas turun untuk hari ketiga berturut-turut karena investor semakin berhati-hati terhadap prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve.

Setelah reli kuat beberapa minggu lalu, logam mulia kini diperdagangkan lebih rendah karena pasar mulai menilai ulang seberapa agresif The Fed akan memangkas suku bunga di sisa tahun ini.

Ekspektasi awal mengenai pelonggaran kebijakan yang lebih cepat mulai memudar setelah beberapa pejabat Fed mengisyaratkan pendekatan yang lebih hati-hati, dengan menekankan perlunya data ekonomi yang lebih meyakinkan sebelum mengambil langkah lanjutan. Hal ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan memperkuat dolar, yang biasanya menekan harga emas.

Investor kini menunggu pernyataan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, serta data ekonomi utama seperti inflasi PCE dan laporan tenaga kerja untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan berikutnya.

Ringkasan Emas Turun untuk Hari Ketiga

Harga Emas Turun: Merosot tiga hari berturut-turut, diperdagangkan sekitar $70 di bawah rekor tertinggi sepanjang masa.

Pemicu Penurunan:

Komentar Jerome Powell yang kurang dovish dari perkiraan, menekankan pendekatan “pertemuan demi pertemuan”.

Penguatan dolar AS, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Konteks Pasar:

Rekor harga sebelumnya dipicu oleh pemangkasan suku bunga Fed sebesar 25 bps.

Pedagang masih memperkirakan hampir dua pemangkasan lagi tahun ini.

Faktor Pendukung Jangka Panjang:

Kenaikan harga emas 38% sepanjang tahun 2025.

Permintaan safe haven akibat konflik geopolitik dan tarif AS di bawah Presiden Trump.

Pembelian emas yang meningkat oleh bank sentral dan arus masuk ETF emas.

Analisis Prospek Harga Emas ke Depan

Faktor Pendukung (Bullish)

Ketidakpastian Politik & Tekanan pada The Fed: Upaya Presiden Trump untuk memecat Gubernur Lisa Cook bisa menimbulkan kekhawatiran pasar atas independensi The Fed, sehingga meningkatkan permintaan safe haven seperti emas.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Lebih Dalam: Stephen Miran yang mendorong pemangkasan 50 bps menunjukkan potensi tekanan untuk kebijakan lebih akomodatif, yang biasanya mendukung harga emas.

Permintaan Bank Sentral & ETF: Arus masuk berkelanjutan ke ETF emas dan pembelian bank sentral dapat menjadi penopang harga jangka menengah-panjang.

Faktor Penahan (Bearish)

Penguatan Dolar AS: Jika ketidakpastian mendorong arus modal masuk ke dolar dan Treasury, emas bisa tetap tertekan.

Komentar Hati-hati dari Powell: Sikap “meeting-by-meeting” bisa membatasi euforia pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga memicu koreksi teknikal lebih jauh.

Proyeksi Jangka Pendek

Harga emas mungkin masih bisa terkoreksi sedikit lebih jauh jika dolar terus menguat dan imbal hasil obligasi naik.

Namun, ketidakpastian politik dan risiko makro tetap menjadi katalis yang dapat memicu rebound terutama jika pasar mulai memperkirakan pemangkasan yang lebih agresif atau ketegangan politik memuncak.

Kisaran Potensial

Support psikologis bisa berada di area $3.450–$3.500 per ons (area beli bagi investor jangka panjang).

Resistensi jangka pendek di dekat rekor sebelumnya — jika ditembus, bisa membuka jalan untuk rekor baru.

Ringkasan Pasar Emas Terkini

Harga Emas: Melemah 0,2% ke $3.638,75/ons pada pukul 08.45 waktu Singapura.

Kinerja Mingguan: Hampir tidak berubah sepanjang minggu.

Mata Uang: Indeks Bloomberg Dollar Spot stagnan (tidak banyak tekanan dari dolar).

Logam Lain: Perak, paladium, dan platinum ikut melemah.

Berita Korporasi

Zijin Gold International Co. berencana menggalang dana $3,2 miliar melalui IPO di Hong Kong (29 September).

IPO ini akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia sejak Mei 2025.

Harga emas yang tinggi mendorong perusahaan tambang memanfaatkan momentum pasar untuk pendanaan ekspansi dan pelunasan utang.

Analisis & Implikasinya

Stabilisasi Harga: Emas cenderung bergerak datar minggu ini, menunjukkan pasar sedang mencerna dampak kebijakan The Fed dan penguatan dolar.

IPO sebagai Sinyal Optimisme: Langkah Zijin Gold bisa dibaca sebagai tanda keyakinan sektor tambang bahwa harga emas akan tetap tinggi dalam jangka menengah, cukup menarik untuk menggalang dana besar.

Sentimen Pasar: Jika IPO ini sukses, bisa meningkatkan kepercayaan investor terhadap sektor emas, mendukung harga melalui arus modal baru.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.