Nikkei ikut turun 0,6% dan kenapa saham keuangan jadi pemagat penurunan

Pemicu Penurunan di Sektor Keuangan

Beberapa faktor yang menyebabkan saham keuangan bergerak lemah:

Turunnya imbal hasil obligasi AS / Treasury yields
Karena sektor keuangan terutama bank dan perusahaan asuransi mendapatkan keuntungan dari selisih antara pinjaman & simpanan (margins) dan juga eksposur pada obligasi / surat utang, turun-nya imbal hasil obligasi membuat profitabilitas mereka diragukan. Jika yield Treasury AS turun, ekspektasi suku bunga dan pendapatan bunga (net interest income) untuk bank bisa terkoreksi ke bawah.

Penguatan yen
Yen yang lebih kuat membuat ekspor jadi kurang kompetitif, juga bisa memperketat margin untuk perusahaan dengan biaya impor tinggi. Untuk bank, efek kurs bisa mengganggu eksposur internasional atau membatasi keuntungan dari carry trade dan aktivitas finansial lintas negara.

Ekspektasi Kebijakan Moneter Global & Regional
Investor tampaknya memperhitungkan bahwa penurunan yield / potensi pelonggaran di AS / faktor eksternal bisa mempengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga di Jepang. Jika suku bunga Jepang tetap rendah dan yield AS turun, fund flows dan minat investor bisa geser ke aset yang lebih menjanjikan di luar Jepang atau sektor non-keuangan.

Sentimen Umum / Risiko Politik
Ada juga pengaruh dari dinamika politik, seperti pemilihan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal (LDP) di Jepang, yang bisa menambah ketidakpastian.

Penurunan di sektor keuangan bisa menarik sektor terkait seperti asuransi, lembaga keuangan regional, dan saham dengan leverage ke suku bunga jangka pendek.

Jika tren yield obligasi AS & global terus melemah, maka sektor keuangan kemungkinan akan terus tertekan.

Penguatan yen lebih lanjut juga bisa memperburuk tekanan terhadap perusahaan eksportir, tetapi juga bisa menguntungkan perusahaan yang mengimpor bahan baku.

Sumber : https://www.newsmaker.id/

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.