Pada 26 Agustus 2025, Presiden Trump secara tiba-tiba memberhentikan Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook, dengan alasan dugaan penipuan hipotek. Langkah ini mengguncang kepercayaan pasar terhadap independensi Federal Reserve dan menimbulkan kekhawatiran akan intervensi politik dalam kebijakan moneter. Akibatnya, pasar beralih ke emas sebagai aset aman—spot gold mencapai puncak dua minggu, sementara dolar melemah dan yield Treasury turun
Sebelumnya, Ketua Fed Jerome Powell memberikan sinyal dovish, membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga bulan September karena risiko melemah di pasar tenaga kerja Hal ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter longgar, yang biasanya mendukung harga emas karena menurunkan biaya kesempatan memegang aset non-yield seperti emas
data inflasi dan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan sempat meredam ekspektasi pelonggaran moneter besar-besaran. Pada pertengahan Agustus, harga emas sempat turun karena dolar menguat dan yield Treasury naik
Indeks Harga PCE inti → indikator inflasi favorit The Fed.
- Data ini sering lebih diperhatikan daripada CPI karena dianggap mencerminkan konsumsi rumah tangga yang lebih luas.
- Pasar juga akan mencermati data belanja konsumen AS untuk menilai kekuatan permintaan domestik.
Skenario Dampak pada Emas
- PCE lebih tinggi dari ekspektasi
- Inflasi tampak masih panas → ruang The Fed untuk memangkas suku bunga jadi sempit.
- Dollar AS & yields bisa naik → tekanan jangka pendek bagi emas.
- PCE sesuai/lebih rendah dari ekspektasi
- Memberi ruang bagi penurunan suku bunga September.
- Risiko inflasi dianggap terkendali → investor tetap condong ke emas.
- Bias bullish emas terjaga, apalagi jika ketidakpastian politik di AS masih berlangsung.
Posisi Emas Saat Ini
- Support utama: $3.360 – $3.370
- Resistance psikologis: $3.400 – $3.450
- Breakout di atas $3.450 bisa membuka jalan ke $3.500+, sementara tembus ke bawah $3.360 bisa memicu konsolidasi ke $3.320.