Minat Terhadap Safe Haven Dorong Emas, Namun Kenaikannya Masih Terbatas

Harga emas sedikit menguat di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven akibat ketidakpastian ekonomi global. Namun, kenaikan logam mulia ini tetap terbatas karena investor juga masih menantikan sinyal kebijakan suku bunga dari bank sentral, terutama Federal Reserve AS.

Ketidakpastian Ekonomi Global: Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan volatilitas pasar saham mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset pelindung nilai (safe haven).

Dolar AS Melemah: Pelemahan dolar memberikan ruang bagi emas untuk menguat karena membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Permintaan Fisik Stabil: Pembelian emas dari sektor ritel dan bank sentral tetap kuat, menopang harga secara fundamental.

Faktor yang Membatasi Kenaikan Emas:

Spekulasi Suku Bunga: Pasar masih menunggu kepastian dari arah kebijakan The Fed. Prospek suku bunga yang tetap tinggi dalam jangka pendek menahan minat beli terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Kinerja Obligasi AS: Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi menjadi pesaing utama emas karena menawarkan hasil nyata yang lebih menarik bagi investor.

Harga Terkini per 21 Juli 2025:

Emas spot: $3.325 per ons, naik 0,2% dari sesi sebelumnya.

Indeks Dolar Bloomberg: Melemah tipis 0,1%, mendukung daya tarik emas.

Perak dan platinum: Bergerak stabil, sementara paladium sedikit melemah.

Minat Safe Haven Pertahankan Emas, Tapi Konsolidasi Masih Berlanjut
Senin, 21 Juli 2025 – Harga emas (XAU/USD) mencatat kenaikan moderat untuk hari kedua berturut-turut, didorong oleh kekhawatiran investor terhadap dampak ekonomi dari kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang lebih tinggi. Meskipun ada sentimen positif terhadap emas sebagai aset safe haven, logam mulia ini masih tertahan dalam kisaran konsolidasi sempit yang telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir.

Faktor Utama Penggerak Pasar:

Ketidakpastian Tarif dan Ekonomi Global: Kebijakan tarif AS yang lebih tinggi menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi perlambatan ekonomi, mendorong investor untuk mencari perlindungan pada emas.

Dolar AS Stabil: Dolar tetap berada di bawah puncaknya sejak akhir Juni, mencerminkan sikap hati-hati pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Kebijakan The Fed: Ekspektasi bahwa Fed mungkin akan menunda pemangkasan suku bunga menambah tekanan pada harga emas, mengingat emas tidak menghasilkan imbal hasil dan cenderung kurang diminati saat suku bunga tinggi.

Minim Data Ekonomi Hari Ini: Dengan tidak adanya rilis data makroekonomi penting dari AS, fokus investor beralih ke perkembangan kebijakan moneter dan perdagangan global.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.