Pada perdagangan terbaru, harga emas batangan tetap stabil karena pasar keuangan AS (Wall Street) tutup untuk hari libur nasional. Dalam kondisi minim katalis dari AS, investor kini mengalihkan perhatian ke perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter di Asia dan Eropa, terutama menjelang rilis data ekonomi penting dan pernyataan dari bank sentral utama.
Pergerakan Pasar
Harga emas berada di kisaran $2.035–$2.045 per ounce.
Volume perdagangan cenderung lebih rendah dari biasanya karena libur pasar AS.
Indeks Dolar AS sedikit melemah, memberi sedikit dukungan bagi emas.
Fokus Pasar:
Asia: Pasar mencermati data inflasi dan PMI dari Tiongkok dan Jepang, yang dapat memberi sinyal permintaan emas fisik.
Eropa: Investor menunggu komentar dari European Central Bank (ECB) terkait suku bunga dan prospek ekonomi kawasan euro.
Ketegangan geopolitik juga tetap menjadi faktor pendukung permintaan emas sebagai safe haven.
Emas Naik Tipis di Tengah Kekhawatiran Defisit dan Tarif AS
Harga emas naik tipis ke sekitar $3.330 per ons pada hari Jumat, didorong oleh meningkatnya kekhawatiran atas defisit fiskal AS dan ketidakpastian tarif perdagangan, yang mendorong investor mencari safe haven seperti logam mulia.
Faktor Pendukung Kenaikan:
Kekhawatiran Defisit Fiskal AS
DPR AS menyetujui paket besar pemotongan pajak dan belanja Presiden Donald Trump, diperkirakan menambah lebih dari $3 triliun pada defisit dalam 10 tahun. Ini menurunkan kepercayaan terhadap stabilitas fiskal dan meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai terhadap risiko utang.
Ketidakpastian Kebijakan Tarif
Presiden Trump mengumumkan rencana untuk menetapkan tarif pada impor secara luas, bukan melalui negosiasi bilateral seperti yang sebelumnya dijanjikan. Ketidakpastian kebijakan perdagangan mendorong kekhawatiran global dan meningkatkan permintaan aset aman.
Faktor Penahan Kenaikan:
Data Ketenagakerjaan AS yang Kuat
Penciptaan lapangan kerja mencapai 147.000, melampaui ekspektasi.
Tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja.
Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga, yang dapat mengurangi minat terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Kinerja Mingguan:
Emas berada di jalur mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1%, setelah dua minggu berturut-turut mengalami penurunan.
Kesimpulan:
Pasar emas saat ini berada di tengah tarik-menarik antara:
Kekhawatiran fiskal & ketidakpastian kebijakan → mendukung harga emas, dan
Data ekonomi AS yang kuat → membatasi kenaikan.
Jika ketidakpastian global dan kekhawatiran fiskal terus meningkat, emas bisa menembus level resistance berikutnya, selama tidak terlalu terbebani oleh sentimen suku bunga tinggi.
Sumber : http://newsmaker.id
