Harga emas dunia saat ini berada di dekat level terendah dalam lima minggu terakhir

harga emas spot turun 0,32% menjadi USD 2.564,72 per ons, mencatatkan penurunan selama lima hari berturut-turut dan mencapai level terendah dalam dua bulan terakhir.

Penurunan harga emas ini dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Selain itu, indikasi Federal Reserve (The Fed) yang akan memperlambat laju pemangkasan suku bunga juga memberikan dampak negatif terhadap harga emas.

Di pasar domestik Indonesia, harga emas Antam juga mengalami penurunan. harga emas Antam turun Rp 16.000 per gram menjadi Rp 1.690.000, sementara harga buyback turun menjadi Rp 1.539.000 per gram.

Secara keseluruhan, penurunan harga emas global dan domestik dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti penguatan dolar AS dan kebijakan moneter The Fed. Investor perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini dalam pengambilan keputusan investasi terkait emas.

Harga Emas Mendekati Titik Terendah 5 Minggu

  • Harga emas stabil di sekitar $3.180 per ons pada Kamis, setelah penurunan 2% dari sesi sebelumnya.
  • Ini merupakan level terendah hampir dalam lima minggu.

Faktor Penekan Harga Emas

  1. Meredanya Ketegangan Geopolitik dan Perdagangan:
    • AS dan Tiongkok sepakat memangkas tarif serta memulai masa negosiasi 90 hari.
    • Hubungan dagang AS dengan India, Jepang, dan Korea Selatan menunjukkan kemajuan.
    • Ketegangan India-Pakistan mereda, dan ada harapan pencabutan sanksi terhadap Suriah.
  2. Menurunnya Permintaan Safe Haven:
    • Ketika ketegangan global mereda, investor cenderung berpindah dari aset safe haven seperti emas ke aset yang lebih berisiko.
  3. Data Inflasi AS yang Lebih Lemah dari Perkiraan:
    • Memicu spekulasi penurunan suku bunga oleh The Fed.
    • Biasanya ini mendukung harga emas, namun efeknya kali ini dibayangi oleh faktor geopolitik.

Fokus Pasar Berikutnya

Investor kini menantikan data:

  • Producer Price Index (PPI) AS.
  • Penjualan ritel AS.

Kedua data ini akan memberi sinyal penting terkait arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.