Harga emas (XAU) memang mengalami penurunan di bawah $2.900 akibat meningkatnya kekhawatiran resesi di AS, terutama di tengah kebijakan perdagangan yang kontroversial. Penurunan sebesar 0,70% dan perdagangan di $2.890 menunjukkan dampak negatif dari sentimen pasar yang suram, terutama di Wall Street.
Pernyataan Presiden Trump tentang transisi ekonomi dan usaha membawa kekayaan kembali ke Amerika dapat menciptakan ketidakpastian tambahan. Ketika investor meragukan efektivitas kebijakan tersebut, mereka mungkin memilih untuk mengalihkan aset mereka, yang dapat menyebabkan fluktuasi harga emas.
Dengan harga yang sempat mencapai $2.918, ada potensi untuk pemulihan jika sentimen pasar berubah. Namun, ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan domestik tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan
Kekhawatiran tentang stagflasi—kombinasi antara stagnasi ekonomi dan inflasi tinggi—memang dapat mempengaruhi perilaku para pedagang emas. Dengan prediksi pertumbuhan PDB dari Atlanta Fed yang menunjukkan potensi kontraksi ekonomi sebesar -2,4% untuk kuartal pertama 2025, sentimen pasar menjadi semakin gelap.
Dalam situasi seperti ini, para pedagang emas mungkin mencari untuk mengamankan keuntungan sebelum potensi penurunan lebih lanjut, yang dapat mendorong harga emas untuk bergerak naik dalam jangka pendek meskipun ada tren penurunan keseluruhan.
Skenario stagflasi dapat menambah ketidakpastian, sehingga menjadikan emas sebagai aset yang lebih menarik bagi investor yang ingin melindungi nilai investasi mereka. Dengan data ekonomi yang menunjukkan pelambatan tajam, perhatian terhadap perkembangan kebijakan moneter dan fiskal di AS menjadi sangat penting.
