Harga emas cenderung stabil di tengah ketidakpastian yang dihadapi oleh para investor mengenai prospek ekonomi global

Kekhawatiran Ekonomi: Ketika ada ketidakpastian mengenai pertumbuhan ekonomi, investor sering beralih ke emas sebagai aset safe haven.

Tingkat Suku Bunga: Kebijakan moneter yang ketat atau penurunan suku bunga dapat mempengaruhi daya tarik emas. Emas tidak memberikan imbal hasil, jadi ketika suku bunga rendah, emas bisa lebih menarik.

Inflasi: Emas sering dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi. Jika inflasi meningkat, permintaan emas bisa meningkat.

Kondisi Geopolitik: Ketegangan politik atau konflik dapat mendorong investor untuk membeli emas sebagai perlindungan.

Permintaan Fisik: Permintaan dari sektor perhiasan dan investasi juga dapat mempengaruhi harga emas.

Harga emas tetap stabil setelah mengalami kenaikan minggu lalu, didorong oleh kekhawatiran mengenai prospek ekonomi global yang mendorong permintaan sebagai aset safe haven. Saat ini, harga emas batangan spot berada di sekitar $2.912 per ons, setelah mencatat kenaikan hampir 2% dalam seminggu terakhir.

Di AS, pernyataan Presiden Donald Trump mengenai “periode transisi” ekonomi, serta fokusnya pada tarif dan pemutusan hubungan kerja federal, menambah ketidakpastian. Di Tiongkok, tekanan deflasi juga menambah kekhawatiran tentang kondisi ekonomi global.

Selama kuartal pembukaan tahun 2025, emas telah menunjukkan performa yang sangat baik, mencetak rekor harga dan mengalami kenaikan hampir setiap minggu, kecuali satu. Faktor-faktor yang mendorong reli ini termasuk kekhawatiran investor tentang dampak kebijakan perdagangan, peningkatan pembelian dari bank sentral, dan spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Ketua Fed, Jerome Powell, mengakui adanya ketidakpastian ekonomi yang meningkat, tetapi menekankan bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk menyesuaikan kebijakan saat ini. Biaya pinjaman yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas, karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung emas batangan telah mencatat arus masuk yang signifikan, tumbuh selama enam minggu terakhir dan mencapai level tertinggi sejak Desember 2023, menurut penghitungan awal Bloomberg.

Saat ini, harga emas spot naik 0,1% menjadi $2.912,39 per ons pada pukul 11:04 pagi di Singapura, mencatatkan kenaikan 11% sepanjang tahun ini. Rekor terbaru harga emas ditetapkan sedikit di atas $2.956 bulan lalu.

Sementara itu, indeks Spot Dolar Bloomberg stabil setelah mengalami kerugian mingguan terburuk sejak 2022. Namun, harga logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium mengalami penurunan. Arus masuk yang kuat ke ETF emas menunjukkan kepercayaan investor yang terus meningkat terhadap emas sebagai aset perlindungan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.