Harga emas yang stabil di tengah ketegangan perdagangan menunjukkan daya tariknya sebagai aset safe haven. Ketika tarif impor yang signifikan diberlakukan oleh Presiden Trump terhadap Meksiko, Kanada, dan barang-barang dari Tiongkok, banyak investor mencari perlindungan dalam emas untuk menghindari volatilitas pasar ekuitas.
Dengan harga emas spot yang bertahan di sekitar $2.892,98 per ons dan emas berjangka naik 0,1%, ini mencerminkan bahwa meskipun ada gejolak di pasar, permintaan untuk emas tetap kuat. Pemberlakuan tarif yang agresif ini memicu reaksi pasar yang luas, termasuk penurunan signifikan di indeks saham global seperti Nikkei 225, Hang Seng, Dow Jones, NASDAQ, dan S&P 500.
Selain itu, respon Tiongkok dengan mengenakan tarif balasan dan penambahan entitas AS ke daftar kontrol ekspor semakin memperburuk ketegangan, yang berdampak pada sentimen pasar secara keseluruhan. Dalam konteks ini, emas tetap menjadi pilihan yang aman bagi banyak investor, terutama ketika dolar AS melemah, yang juga mempengaruhi harga logam mulia lainnya seperti platinum dan perak.
Ke depan, bagaimana pasar akan bereaksi terhadap kebijakan perdagangan dan langkah-langkah balasan dapat mempengaruhi harga emas dan logam mulia lainnya
