Harga Perak Tetap Stabil saat Dolar Melemah

Harga Perak stabil di atas $32 per ons pada hari Senin (17/2) setelah mengalami fluktuasi liar pada sesi sebelumnya. Logam ini mendapat dukungan dari Dolar yang lebih lemah, didorong oleh melemahnya data ekonomi AS dan meredanya kekhawatiran atas perang dagang global.
Investor juga mencermati upaya yang dipimpin AS untuk menyelesaikan perang di Ukraina, yang dapat mengurangi permintaan untuk aset safe haven seperti Perak. Namun, harga Perak mencapai titik tertinggi dalam tiga bulan pada hari Jumat karena permintaan industri yang kuat, terutama dari sektor elektrifikasi dan manufaktur, mendukung harga.
Data terbaru mengungkapkan bahwa Tiongkok menambahkan 357 gigawatt tenaga surya dan angin pada tahun 2024, pendorong utama penggunaan Perak industri. Di bidang energi surya, Perusahaan Minyak dan Gas Alam India menjanjikan investasi angin dan surya senilai INR 1 triliun pada akhir dekade ini, sementara Indonesia berkomitmen untuk menambah 17 gigawatt kapasitas surya melalui perusahaan milik negara. (Arl)
Sumber : Trading Economics

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.