Banyak investor yang mencari aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Kenaikan ini juga didorong oleh penurunan nilai tukar dolar AS, yang membuat emas lebih menarik bagi pembeli dengan mata uang lain. Perdagangan yang tipis menjelang akhir tahun sering kali dapat menyebabkan fluktuasi harga yang lebih besar.
Emas memang menunjukkan kinerja yang kuat, mencapai lebih dari $2.610 per ounce, didorong oleh berbagai faktor. Dengan investor yang terus mempertimbangkan prospek kebijakan moneter Federal Reserve dan penurunan suku bunga yang lebih lambat, emas menjadi semakin menarik sebagai aset safe-haven.
Inflasi PCE yang lebih rendah dari perkiraan juga mendukung pandangan ini, karena emas tidak memberikan imbal hasil, sehingga ketika suku bunga rendah, daya tariknya meningkat. Selain itu, laporan dari Dewan Emas Dunia tentang permintaan bank sentral yang kuat menunjukkan bahwa emas tetap menjadi pilihan utama bagi banyak investor institusi.
Dengan kenaikan sebesar 27% tahun ini, emas berada di jalur untuk mencatatkan kinerja terbaik sejak 2010, dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan kebijakan pelonggaran dari bank-bank besar. Ini menunjukkan bahwa ketidakpastian global masih mendorong permintaan untuk aset aman seperti emas
