Harga perak (XAG/USD) naik di atas $31 per ounce pada hari Selasa, mencatatkan level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan harga perak ini sejalan dengan lonjakan harga emas, yang didorong oleh faktor-faktor geopolitik dan pergerakan pasar yang menguntungkan logam mulia.

Meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya terkait dengan konflik Rusia-Ukraina, telah meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas dan perak. Keduanya dipandang sebagai pelindung nilai dalam situasi ketidakpastian global. Selain itu, penurunan nilai Dolar AS (USD) turut berperan dalam mendongkrak harga perak, karena logam mulia lebih menarik bagi investor ketika nilai dolar melemah.

Harga perak juga dipengaruhi oleh faktor teknikal dan sentimen pasar yang positif terhadap komoditas ini, yang mencerminkan minat beli yang kuat. Seiring dengan harga emas yang juga bergerak naik, perak cenderung mengikuti tren yang sama, karena kedua logam mulia ini sering bergerak seiring dalam kondisi pasar tertentu.

Namun, dengan adanya potensi kenaikan imbal hasil obligasi AS dan kemungkinan penguatan USD, pergerakan harga perak perlu dipantau dengan hati-hati, mengingat dinamika pasar yang dapat berubah cepat, tergantung pada perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter.

Harga perak (XAG/USD) naik di atas $31 per ounce pada hari Selasa, melanjutkan tren kenaikan yang sudah dimulai pada sesi sebelumnya. Lonjakan ini terjadi seiring dengan berakhirnya reli dolar AS, yang disebabkan oleh aksi ambil untung setelah penguatan dolar yang didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang lebih sedikit dan optimisme terkait kinerja ekonomi AS di bawah pemerintahan baru.

Dolar AS mengalami koreksi setelah mencatatkan kenaikan tajam dalam beberapa waktu terakhir, mengurangi daya tariknya sebagai aset investasi. Keputusan pasar untuk mengevaluasi ulang prospek kebijakan moneter The Fed mendorong pergerakan harga perak, karena harga logam mulia cenderung naik ketika dolar melemah.

Investor kini menunggu komentar lebih lanjut dari pejabat Federal Reserve minggu ini untuk memberikan panduan lebih jelas mengenai jalur suku bunga AS. Selain itu, fokus pasar juga bergeser ke keputusan tingkat pinjaman (LPR) Tiongkok yang akan datang, dengan harapan bahwa pihak berwenang di Tiongkok akan mengambil langkah-langkah stimulus tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.