Emas mengalami kenaikan tipis, mendekati rekor tertinggi, seiring para pedagang menunggu laporan pasar tenaga kerja AS dan pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Saat ini, emas batangan diperdagangkan di sekitar $2,660 per ounce setelah meningkat 1,4% pada minggu lalu. Kenaikan ini didorong oleh laporan inflasi yang menunjukkan sedikit peningkatan, menandakan perekonomian yang melemah dan memicu ekspektasi penurunan suku bunga hingga 75 basis poin menjelang akhir tahun.
Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas, karena aset ini tidak memberikan bunga. Powell dijadwalkan tampil pada konferensi Asosiasi Nasional untuk Ekonomi Bisnis, di mana ia akan membahas prospek ekonomi AS. Laporan pekerjaan bulan September juga diharapkan menunjukkan pasar tenaga kerja yang sehat namun moderat.
Dengan kenaikan kuartalan mencapai 14,5%, yang merupakan yang tertinggi sejak kuartal pertama 2016, optimisme terhadap penurunan suku bunga semakin meningkat. Selain itu, pembelian bank sentral yang kuat dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven akibat ketegangan geopolitik juga berkontribusi pada lonjakan harga emas.
Harga emas di pasar spot tercatat naik 0,2% menjadi $2,664.74 per ounce, mendekati level tertinggi sepanjang masa di $2,685.58. Sementara itu, perak dan logam mulia lainnya seperti platinum dan paladium juga menunjukkan penguatan.
