Emas Naik 1% karena Pelemahan Dolar seiring Perhatian Beralih ke Data PCE AS

Harga emas mengalami kenaikan 1% pada hari Kamis dari level terendah dalam dua minggu sebelumnya, yang didorong oleh pelemahan dolar. Fokus pasar beralih ke data PCE AS, yang dianggap sebagai sinyal tambahan mengenai kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Pada pasar spot, harga emas naik 1,2% menjadi $2,324.53 per ounce pada pukul 18.04 GMT setelah sebelumnya turun ke level terendah sejak 10 Juni pada hari Rabu. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup 1% lebih tinggi, mencatatkan harga $2,336.6.

Menurut Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures, beberapa data ekonomi yang dirilis mendukung pasar emas. Persediaan grosir yang lebih rendah dari perkiraan dan angka PDB akhir yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi melambat secara signifikan pada kuartal pertama, memberikan dorongan tambahan bagi emas berjangka. Indeks dolar juga mengalami penurunan, memberikan tambahan dukungan bagi harga emas.

Data ekonomi lainnya menunjukkan penurunan belanja peralatan bisnis pada bulan Mei dan peningkatan defisit perdagangan barang karena ekspor yang menurun, yang semuanya menunjukkan momentum ekonomi yang melambat.

Secara keseluruhan, kombinasi dari pelemahan dolar dan data ekonomi AS yang mengecewakan memberikan dorongan signifikan bagi harga emas pada hari Kamis tersebut.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.