Harga emas naik tipis karena para pedagang sedang menunggu petunjuk lebih lanjut terkait kemungkinan penurunan suku bunga. Hal ini menunjukkan bahwa para investor sedang memantau dengan cermat indikator ekonomi dan pernyataan bank sentral untuk mencari sinyal yang dapat mempengaruhi suku bunga, yang pada gilirannya memengaruhi daya tarik emas sebagai investasi. Ketidakpastian ekonomi sering kali mendorong investor untuk mencari aset-aset safe haven seperti emas, yang dapat meningkatkan permintaan dan harga emas.
Emas tetap naik 13% tahun ini dan mencapai titik tertinggi sepanjang masa di bulan Mei. Selain optimisme The Fed akan beralih ke pelonggaran moneter pada tahun 2024, hal ini juga didukung oleh pembelian aset safe haven akibat konflik di Ukraina dan Timur Tengah, serta pembelian oleh bank sentral dan konsumen Tiongkok.
Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi $2,332.68 per ounce pada pukul 9:19 pagi di Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot datar. Perak, platinum, dan paladium menguat.
Emas naik tipis setelah penutupan sesi sebelumnya sedikit berubah, dengan logam mulia kemungkinan akan tetap dalam pola bertahan sampai jalur kebijakan moneter Federal Reserve menjadi lebih jelas.
Emas batangan diperdagangkan dalam kisaran yang relatif sempit sejak para pengambil kebijakan The Fed pekan lalu mengisyaratkan bahwa mereka hanya memperkirakan akan memangkas biaya pinjaman satu kali pada tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan penurunan sebanyak tiga kali pada bulan Maret. Suku bunga yang lebih rendah umumnya berdampak positif bagi emas karena tidak membayar bunga.

