Pergeseran fokus pasar ke data inflasi AS adalah hal yang wajar, karena inflasi merupakan faktor penting yang memengaruhi kebijakan moneter dan keputusan investasi. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memicu kekhawatiran tentang potensi kenaikan suku bunga, yang dapat mempengaruhi berbagai aset, termasuk emas.
Rebound emas bisa jadi merupakan respons terhadap ekspektasi inflasi yang lebih tinggi. Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi karena nilainya cenderung tetap atau meningkat dalam lingkungan inflasi yang tinggi.
Sementara emas batangan kehilangan sekitar $83 per ons pada Jumat, turun 3,5% yang merupakan penurunan satu hari terbesar sejak November 2020 setelah laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan mematahkan harapan penurunan suku bunga di bulan September dan laporan bahwa bank sentral Tiongkok menunda pembelian emas sehingga membuat investor berspekulasi pada permintaan Tiongkok.
Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi $2,310.81 per ons pada pukul 18.17 GMT. Sementara emas berjangka AS ditutup sekitar 0,1% lebih tinggi pada level $2,327.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga perak di pasar spot naik 1,9% menjadi $29,72 per ons dan platinum naik 0,8% pada $973,60, sementara paladium turun sekitar 0,9% menjadi $904,25.
