Minyak Terus Tertekan di Bawah $70.00

pergerakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pada sesi perdagangan AS, dengan harga tetap berada di bawah $70.00 per barel. Berikut adalah beberapa poin kunci dari pernyataan tersebut:

  1. Harga WTI di Bawah $70.00: Harga minyak mentah WTI terus mengalami tekanan turun dan diperdagangkan di sekitar $69.80 per barel. Pemberian angka ini memberikan indikasi bahwa pasar minyak mengalami penurunan, dan harga tetap di bawah level psikologis $70.00 per barel.
  2. Penurunan Lebih dari 3%: Pernyataan mencatat bahwa harga minyak mentah mengalami penurunan lebih dari 3%, mencapai tingkat di bawah $70.00 per barel. Penurunan signifikan seperti ini dapat terkait dengan faktor-faktor seperti laporan inventori yang mempengaruhi sentimen pasar.
  3. Laporan Inventori Minyak Mentah AS: Penurunan harga minyak mentah seiring dengan laporan inventori yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA) AS. Laporan tersebut mencatat kenaikan stok gasoline AS sebanyak 5.4 juta barel dalam seminggu terakhir. Jumlah ini lebih tinggi dari perkiraan pasar yang hanya menaksir penurunan sebesar 1 juta barel. Kenaikan persediaan dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang dapat menekan harga.

Pergerakan harga minyak mentah sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti data inventori, permintaan global, dan kebijakan produksi dari produsen minyak utama. Penurunan signifikan dalam harga minyak mentah dapat memiliki dampak besar pada industri energi dan dapat memantulkan kondisi ekonomi global dan kesehatan ekonomi negara-negara produsen minyak.

faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak mentah, termasuk data inventori dari American Petroleum Institute (API) dan kekhawatiran terkait permintaan minyak mentah. Berikut adalah beberapa poin kunci dari pernyataan tersebut:

  1. Data Inventori API: Menurut data API, inventori minyak mentah AS bertambah sebanyak 594 barel untuk minggu yang berakhir pada tanggal 1 Desember. Angka ini merupakan kebalikan dari ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sebanyak 2.267.000 barel. Kenaikan inventori dapat menandakan peningkatan pasokan, yang dapat menekan harga minyak.
  2. Keprihatinan Permintaan: Selain data inventori, kekhawatiran pasar terkait permintaan juga memainkan peran dalam penurunan harga minyak. Sumber-sumber yang dikutip oleh Reuters menyatakan bahwa ada ekspektasi berkurangnya permintaan minyak mentah ke depannya. Fokus pasar beralih dari isu penurunan persediaan ke kekhawatiran tentang permintaan yang melambat.
  3. Pemangkasan Proyeksi Permintaan Cina: Ketidakpastian terkait pemulihan ekonomi China turut berkontribusi pada tekanan harga minyak. Menurut laporan, agen peringkat Moody menurunkan tingkat kredit “sovereign” Cina dari stabil ke negatif, dengan merujuk pada naiknya risiko pertumbuhan dan krisis sektor properti di Cina. Ini dapat menciptakan keprihatinan tentang permintaan minyak dari negara konsumen energi terbesar.

Pergerakan harga minyak mentah sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental seperti persediaan, permintaan global, dan kebijakan produsen minyak utama. Selain itu, isu-isu ekonomi dan geopolitik dapat memainkan peran penting dalam membentuk sentimen pasar terhadap harga minyak mentah.

Sumber : Vibiznews.com

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.