emas berhasil ditutup hijau bisa mencatat penguatan hingga 5 hari berturut-turut, menunjukkan minat safe haven terus kuat
Namun, laporan lain justru menunjukkan harga emas global turun tajam (sekitar −5 %) akibat lonjakan dollar AS dan ekspektasi suku bunga yang tidak turun, sehingga mendorong tekanan jual.Analisis pasar emas juga menunjukkan sentimen bearish dalam jangka pendek karena permintaan dollar yang naik dan perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve.
Di pasar Indonesia, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) hari ini justru turun dibandingkan kemarin, meskipun tren global masih fluktuatif. Penurunan harga Antam ini mengikutkan buyback yang ikut turun sedikit dari posisi sebelumnya.
Ketegangan geopolitik di timur tengah dan kekhawatiran inflasi global membuat emas tetap menjadi aset safe-haven, tetapi kuatnya dollar dan faktor suku bunga menekan performa harga dalam sesi tertentu.
Prospek harga emas jangka pendek masih volatile dengan kemungkinan koreksi jika sentimen risiko mereda dan suku bunga tetap tinggi.
Sumber : newsmaker.id