Harga emas turun tipis hari ini

setelah sempat mencapai rekor tertinggi di atas US$4.000 per ons sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk aksi ambil untung oleh investor dan meredanya ketegangan geopolitik

Penyebab harga emas turun Aksi ambil untung Setelah mencapai level rekor, banyak investor yang memilih untuk merealisasikan keuntungan mereka, sehingga menekan harga emas

Meredanya ketegangan geopolitik: Pengumuman kesepakatan perdamaian tahap pertama antara Israel dan Hamas berpotensi mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama dua tahun. Kesepakatan ini dikonfirmasi oleh pejabat dari kedua belah pihak dan mediator Qatar

Ketidakpastian ekonomi: Meski terjadi penurunan harga, momentum kenaikan emas tetap kuat akibat ketidakpastian ekonomi global dan sikap The Federal Reserve (The Fed) yang cenderung melunakkan kebijakan suku bunganya

Konteks rekor harga emas Sebelum turun, harga emas sempat melonjak tajam dalam beberapa waktu terakhir hingga memecahkan rekor, dipicu oleh Lonjakan permintaan Permintaan terhadap aset aman seperti emas meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi penurunan suku bunga AS

Sentimen pasar Sikap The Fed yang mengindikasikan kemungkinan pemangkasan suku bunga di masa depan, seiring dengan melemahnya pasar tenaga kerja, membuat investor memindahkan dana mereka dari aset berbasis dolar ke logam mulia 

Pergerakan harga emas Antam Harga emas batangan Antam juga sempat mencatat rekor bersejarah, tembus Rp2,3 juta per gram pada 9 Oktober 2025

Pada hari yang sama, harga emas Antam dibanderol Rp2,3 juta per gram, menunjukkan lonjakan signifikan

Namun, pergerakan harga harian dapat berbeda, sehingga harga emas Antam juga mengalami penurunan setelah mencetak rekor

Meskipun harga emas mengalami penurunan sesaat hari ini setelah mencapai rekor tertinggi, faktor-faktor makroekonomi seperti ketidakpastian ekonomi dan kebijakan bank sentral masih berpotensi mendorong kenaikan harga emas dalam jangka panjang. Investor perlu mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter ke depan.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.