harga emas tetap tangguh dan naik.

karena perannya sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik, serta ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral yang membuat investasi emas lebih menarik. Beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan ini meliputi: ketegangan geopolitik, kekhawatiran terhadap nilai dolar AS, permintaan dari bank sentral, dan prospek penurunan suku bunga.

Permintaan aset safe-haven: Emas secara historis dianggap sebagai aset “safe-haven” (tempat berlindung yang aman). Saat terjadi gejolak ekonomi global, resesi, atau konflik geopolitik, para investor cenderung beralih ke emas, sehingga meningkatkan permintaan dan harganya. Contohnya, kekhawatiran tentang potensi penutupan pemerintahan di AS baru-baru ini mendorong permintaan emas.

Ekspektasi penurunan suku bunga: Pasar mengantisipasi bank sentral, termasuk Federal Reserve AS, akan memangkas suku bunga di masa depan. Suku bunga yang lebih rendah membuat aset non-imbal hasil seperti emas menjadi lebih menarik dibandingkan aset lain yang sensitif terhadap suku bunga.

Melemahnya dolar AS: Ketika nilai dolar AS melemah, harga emas biasanya naik. Hal ini karena emas menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, yang pada gilirannya mendorong permintaan.

Pembelian oleh bank sentral: Permintaan yang kuat dari bank-bank sentral di seluruh dunia juga menjadi pendorong utama harga emas, yang semakin memperkuat posisi logam mulia ini.

Melawan inflasi: Emas adalah instrumen investasi yang efektif untuk melawan inflasi. Ketika harga barang dan jasa meningkat, nilai emas juga cenderung naik, sehingga membantu melindungi daya beli aset. 

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.