Harga emas mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir, terutama disebabkan oleh perkembangan kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pada awal Maret 2025, Trump memberlakukan tarif 25% terhadap impor dari Kanada dan Meksiko, serta menambahkan tarif tambahan pada barang-barang dari China

Kebijakan ini memicu kekhawatiran pasar akan potensi perang dagang global, yang dapat mempengaruhi perekonomian dan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven .

Pada Jumat, 1 Maret 2025, harga emas spot turun 0,66% menjadi USD 2.858,14 per troy ons, mencatatkan penurunan mingguan pertama setelah Desember 2024 . Penurunan ini juga dipengaruhi oleh aksi ambil untung oleh investor setelah harga emas mencapai rekor tertinggi USD 2.956,15 pada 24 Februari 2025

Selain itu, meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga memberikan tekanan pada harga emas. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu minggu, mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil

Meskipun harga emas mengalami penurunan, permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven tetap tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Investor terus memantau perkembangan kebijakan tarif dan data ekonomi AS untuk menentukan arah investasi mereka.

Harga Emas Turun karena Dolar Menguat dan Ketidakpastian Tarif

Pada hari Jumat, harga emas spot turun 0,7% menjadi $3.293,59 per ons, sementara emas berjangka AS ditutup 0,9% lebih rendah di $3.315,40. Penurunan mingguan mencapai 1,9%, mencerminkan pelemahan pasar setelah kenaikan tajam sebelumnya.

Faktor-faktor Penyebab Penurunan:

Menurut David Meger dari High Ridge Futures, emas sedang dalam fase konsolidasi setelah mencapai level tertinggi baru-baru ini, dan tekanan saat ini lebih bersifat teknikal dan jangka pendek.

Penguatan Dolar AS

Indeks dolar naik 0,1%, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan melemah.

Perkembangan Tarif Trump

Pengadilan banding federal untuk sementara memberlakukan kembali tarif luas yang dikenakan Presiden Donald Trump, sehari setelah pengadilan perdagangan menyatakan bahwa Trump telah melampaui kewenangannya.

Ketidakpastian hukum ini menciptakan volatilitas di pasar, namun dalam jangka pendek menurunkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

Laporan Inflasi AS

Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve mungkin akan memangkas suku bunga, yang biasanya mendukung harga emas. Namun, efek positif ini tertahan oleh faktor-faktor lain di pasar.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.