Kebijakan ini memicu kekhawatiran pasar akan potensi perang dagang global, yang dapat mempengaruhi perekonomian dan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven .
Pada Jumat, 1 Maret 2025, harga emas spot turun 0,66% menjadi USD 2.858,14 per troy ons, mencatatkan penurunan mingguan pertama setelah Desember 2024 . Penurunan ini juga dipengaruhi oleh aksi ambil untung oleh investor setelah harga emas mencapai rekor tertinggi USD 2.956,15 pada 24 Februari 2025
Selain itu, meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga memberikan tekanan pada harga emas. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu minggu, mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil
Meskipun harga emas mengalami penurunan, permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven tetap tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Investor terus memantau perkembangan kebijakan tarif dan data ekonomi AS untuk menentukan arah investasi mereka.
Harga Emas Turun karena Dolar Menguat dan Ketidakpastian Tarif
Pada hari Jumat, harga emas spot turun 0,7% menjadi $3.293,59 per ons, sementara emas berjangka AS ditutup 0,9% lebih rendah di $3.315,40. Penurunan mingguan mencapai 1,9%, mencerminkan pelemahan pasar setelah kenaikan tajam sebelumnya.
Faktor-faktor Penyebab Penurunan:
Menurut David Meger dari High Ridge Futures, emas sedang dalam fase konsolidasi setelah mencapai level tertinggi baru-baru ini, dan tekanan saat ini lebih bersifat teknikal dan jangka pendek.
Penguatan Dolar AS
Indeks dolar naik 0,1%, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan melemah.
Perkembangan Tarif Trump
Pengadilan banding federal untuk sementara memberlakukan kembali tarif luas yang dikenakan Presiden Donald Trump, sehari setelah pengadilan perdagangan menyatakan bahwa Trump telah melampaui kewenangannya.
Ketidakpastian hukum ini menciptakan volatilitas di pasar, namun dalam jangka pendek menurunkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.
Laporan Inflasi AS
Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve mungkin akan memangkas suku bunga, yang biasanya mendukung harga emas. Namun, efek positif ini tertahan oleh faktor-faktor lain di pasar.
