penguatan harga emas saat ini berkaitan dengan sinyal dovish dari Federal Reserve (“The Fed”) yang meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter

Emas adalah aset non-berbunga (tidak menghasilkan kupon/interest). Saat suku bunga acuan turun, atau pasar memperkirakan suku bunga akan turun, maka “opportunity cost” memegang emas menjadi lebih rendah → membuat emas menjadi lebih menarik.

Sinyal dovish berarti The Fed cenderung melonggarkan atau setidak-nya tidak memperketat kebijakan. Ini sering berarti real yield (hasil riil obligasi dikurangi inflasi) bisa turun, yang juga meningkatkan daya tarik emas.

Pelonggaran moneter sering mengarah ke pelemahan dolar AS (karena aliran dana ke aset selain dolar meningkat) dan emas biasanya bergerak invers terhadap dolar.

Ketidakpastian ekonomi (apabila dovish datang karena kekhawatiran soal pertumbuhan) juga memunculkan permintaan safe-haven untuk emas.

Baru-baru ini, komentar dari pejabat Fed (John Williams dan Stephen Miran) yang “terbuka untuk pemangkasan suku bunga Desember” telah mendorong probabilitas cut suku bunga naik ke ~70 %+ dan harga emas naik menuju US$4.100 per ons.

Laporan menunjukkan bahwa “emas menguat karena sinyal dovish The Fed yang meningkatkan ekspektasi easing”.

Catatan dan risiko yang harus diperhatikan. Meski tren saat ini mendukung emas, tetap ada beberapa faktor yang bisa “menghambat” atau membalik situasi:

Jika data ekonomi AS sangat kuat → The Fed bisa “kembali hawkish” atau menunda pemangkasan → yang bisa menekan harga emas.

Penguatan dolar AS bisa menjadi headwind bagi emas, karena emas dihargakan dalam dolar.

Pasar sudah “memasukkan” ekspektasi easing ke dalam harga, sehingga jika The Fed gagal melakukan pemotongan atau memberi sinyal perubahan → bisa menyebabkan “kekecewaan pasar” dan koreksi.

Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.